Setiap pemilik blogger pasti menginginkan trafik dan peringkat yang tinggi di hasil pencarian Google. Untuk itu kita perlu melakukan riset keyword (kata kunci) terlebih dahulu untuk mengetahui keyword apa yang banyak di cari pengguna internet.
Google Keyword Planner adalah salah satu tool yang di sediakan Gratis untuk melakukan riset dan analisa keyword.
Mari kita mulai untuk mengenal lebih jauh kemampuan dan cara menggunakan tool ini.
Apa itu Google Keyword Planner?
Google Keyword Planner (GKP) adalah layanan gratis dari Google yang merupakan bagian dari Google Adwords. Tool ini sangat membantu dalam melakukan riset kata kunci. Kata kunci ini nantinya bisa digunakan dalam memasang iklan ataupun untuk SEO.
Tips: Kunci untuk meningkatkan SEO dalam melakukan riset keyword adalah mencari keyword yang mempunyai volume pencarian perbulan minimal 100-1K.
Kenapa volume pencarian penting?
Misalkan Anda membuat konten sudah dioptimasi dan publikasi. Beberapa minggu kemudian Anda cek ke Google Analytics, kok trafik website tetap tidak ada ya?
Setelah di selidiki, konten tersebut dapat peringkat 1 di Google. Apa yang terjadi?
Ternyata setelah diselidiki lebih jauh tidak ada orang yang mencari konten tersebut.
Ingat, kita membuat konten yang memang topik tersebut banyak dicari oleh orang. Karena itu volume pencarian sangat penting.
Cara akses ke Google Keyword Planner
Sebelum dapat menggunakan GKP, kita sebelumnya perlu memiliki akun Google Adwords. Apabila Anda belum memiliki akun Google Adwords, berikut langkahnya untuk daftar:

Pada bagian ini scroll ke bawah dan klik “Switch to Expert Mode”

Berikutnya, pilih “Create an account without a campaign”

Selamat, Anda sudah berhasil membuat akun Google Adwords.

Berikutnya, ke bagian “Settings” dan “Switch to Expert Mode” dan lakukan konfirmasi kembali untuk menggunakan “Expert Mode”

Konfirmasi menggunakan expert mode

Akhirnya Anda bisa akses Keyword Planner dengan ke menu “Tools & Settings” dan “Keyword Planner”

Baca Juga: List Building: Panduan Lengkap (2021)
2 Cara menggunakan Google Keyword Planner
Ada 2 tool yang diberikan yaitu “Discover new keywords” dan “Get search volume and forecasts”.

1. Discover new keywords: Terdapat 2 pilihan dalam mencari keyword
“Start With Keywords”: Untuk mendapatkan ide sejenis dari keyword yang Anda cari. Google akan mencari di dalam database mereka mengenai keyword yang Anda cari dan memberikan beberapa saran dan ide keyword sejenis.
“Start With a Website”: Anda bisa memasukkan website yang menjadi target Anda. Anda bisa mempelajari website tersebut menggunakan keyword apa saja.
Pada setiap ide dan saran yang dihasilkan terdapat beberapa kolom seperti berikut:
- Average Monthly Search: Rata-rata pencarian keyword bulanan, semakin besar volume pencarian, semakin besar kemungkinan trafik ke website Anda. Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa angka tersebut hanya perkiraan karena Google menggunakan rata-rata tahunan yang dibagi menjadi bulan.
Apabila keyword tersebut berupa keyword musiman maka rata-rata volume tersebut menjadi tidak relevan. Kita dapat menggunakan Google Trends untuk mengetahui apakah keyword tersebut termasuk musiman.
Contoh keyword musiman seperti “merdeka”

Seperti terlihat dalam hasil dari Google Trends, keyword tersebut terjadi peningkatan volume pencarian hanya di bulan Agustus.
- Competition: Ini sebaiknya diabaikan saja, karena saat ini kita menggunakan GKP sebagai riset keyword untuk SEO bukan untuk melakukan iklan. Kompetisi yang di maksud di sini lebih kepada apabila Anda mau melakukan iklan.
- Top of page bid (low range): Harga terendah yang diajukan oleh pengiklan.
- Top of page bid (high range): Harga tertinggi yang diajukan oleh pengiklan. Harga tinggi menunjukkan banyaknya persaingan untuk keyword tersebut. Harga tinggi juga menunjukkan bahwa keyword tersebut mempunyai “commercial intent” atau nilai komersial yang menjual.
2. Get search volume and forecasts
Fitur yang ini akan berguna apabila Anda sudah punya list keyword dan hanya ingin melihat volume pencarian per bulan, di sini tidak diberikan ide ataupun saran untuk keyword lainnya.

Berikut hasil dari keyword dan juga berbagai informasi apabila mau melakukan iklan. Anda dapat download hasil tersebut dalam bentuk .csv atau Google Spreadsheets.

Pilih historical metrics untuk melihat rata-rata pencarian bulanan pada bulan sebelumnya.

Sekarang Anda bisa melihat hasil rata-rata pencarian bulan sebelumnya.

Baca Juga: Plugin WordPress Ringan dan Terbaik (2021)
3 Tips menggunakan Google Keyword Planner
1. Pencarian berdasarkan negara, kota dan perangkat yang digunakan
GKP memberikan pilihan untuk mempersempit jangkauan pencarian hingga ke kota tertentu. Ini sangat menguntungkan apabila Anda hanya mengincar pelanggan suatu kota.

Masukkan lokasi yang menjadi target Anda. Misalkan Anda mau fokus ke negara Indonesia dengan kota Jakarta dan Bali yang menjadi target lokasi Anda.

GKP juga menyediakan perangkat apa saja yang digunakan.

Lokasi pengguna juga tersedia datanya.

2. Akses ke volume pencarian yang sebenarnya
Seperti yang kita lihat pada gambar berikut, bahwa Google Keyword Planner hanya menampilkan Avg. monthly searches (volume pencarian) dengan rentang yang lumayan lebar.

Untuk melihat nilai yang sebenarnya dapat ikuti langkah berikut. Pilih beberapa keyword yang Anda inginkan kemudian pada “Broad match” pilih menjadi “Exact match” kemudian pilih “Add keywords”

Ubah nilai awal menjadi nilai maksimum yang diperbolehkan dengan cara memasukkan angka 9 terus menerus sampai keluar nilai maksimum yang diperbolehkan. Kemudian gunakan nilai maksimum tersebut, pada contoh ini maksimum 445,493.

Hasilnya menunjukkan “Impression” (volume pencarian), berapa banyak “Clicks”, CTR (Click-through rate adalah rasio berapa banyak yang melakukan klik pada impresi) dan info lainnya untuk mengetahui potensi dari keyword tersebut. Keyword “bakmi ayam” yang sebelumnya dengan Avg. monthly searches 1k-10k menjadi terlihat volume pencariannya adalah sebanyak 188.

3. Mencari keyword yang digunakan oleh website kompetitor
Google Keyword Planner dapat digunakan untuk mencari keyword dengan menggunakan URL. Artinya, Anda dapat mencari keyword yang digunakan oleh website kompetitor Anda. Anda bisa mencari keyword di keseluruhan website atau hanya halaman (page) tertentu.

Anda bisa lihat hasilnya dan mendapatkan berbagai ide keyword dari hasil yang diberikan oleh GKP.

Kesimpulan
Google Keyword Planner merupakan salah satu tool yang sangat berguna untuk mencari ide, pengembangan dan juga melakukan riset kata kunci. Mengembangkan website, bisnis online ataupun personal branding yang sukses dimulai dengan melakukan riset kata kunci.
Konten yang dibuat berdasarkan riset kata kunci tentu punya potensi lebih baik untuk mendapatkan peringkat lebih tinggi di Google. Setelah itu, analisa kinerja kata kunci yang Anda gunakan dengan Google Search Console.
Selamat mencoba.
Suka Artikel Ini?
Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik, ayo bergabung di dalam buletin saya.

Daud Wihardi
Daud Wihardi adalah co-founder dari konsultan IT di Edavos. Seorang yang tertarik dengan digital marketing, dunia bisnis dan trading saham.