List Building: Panduan Lengkap (2021)

Tahukah Anda menurut studi email memberikan ROI dan tingkat konversi tertinggi yaitu setiap mengeluarkan $1 akan mendapatkan $35.

Studi Email ROI

Tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan ini dalam membuat website ataupun bisnis online? 

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai List Building. 

Apa itu List Building?

List building adalah proses mengembangkan daftar email dengan mengumpulkan email pengunjung website. Email diberikan oleh pengunjung dengan mengisi formulir atau biasa disebut optin.

Kenapa proses pengumpulan email ini penting? 

Sebelum menjawab itu, kita perlu mengetahui bahwa pengunjung datang dari berbagai berbagai sumber. Mengacu data Google Analytics, sumber dibagi sebagai berikut: 

  • Langsung mengunjungi website
  • Referral – Media sosial (Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram, dll)
  • Trafik organik (mesin pencari)
  • Email
  • Iklan

Para pengunjung ini datang dari berbagai sumber karena menyukai konten Anda. Ada beberapa yang mungkin tertarik untuk bergabung di buletin Anda. 

Maka ketika Anda menerbitkan artikel, produk, promo atau lainnya, Anda dapat membagikan langsung ke peserta buletin.

Tapi kalau Anda tidak punya list email? Ketika mereka pergi, kemungkinan mereka tidak ingat lagi dengan Anda.

Ini sebabnya list building diperlukan!

Tugas utama list building adalah mengumpulkan email dari para pengunjung. Bayangkan Anda berhasil mengumpulkan email sampai puluhan atau ratusan ribu.

Kemudian lakukan Email Marketing untuk menjangkau semua audiens tersebut. Email yang dikirim dapat berupa konten baru, produk baru atau diskon dan promosi.

Kelebihan lainnya, email marketing tidak terpengaruh algoritma apapun. Kalau sosial media selalu mengganti algoritma mereka, begitu juga SEO di Google.

Perbandingan Sosial Media vs List Building

Tahukah Anda kalau Sosial Media punya algoritma dalam menampilkan konten?

Misalkan Anda punya 10,000 follower di Instagram. Ketika Anda post konten baru, konten tersebut tidak serta merta muncul di 10,000 follower Anda.

Hal ini berlaku di semua sosial media, baik Twitter, LinkedIn, Facebook dan lainnya. Mereka punya algoritma masing-masing bagaimana memberikan konten ke pengguna mereka.

Berbeda dengan list building, Anda mengirimkan 10,000 email maka semua akan sampai ke inbox mereka. 

Masih penasaran? 

Mari kita lihat lebih detail kelebihan list building dibandingkan dengan sosial media:

  • Konten yang muncul dapat segera tenggelam oleh konten orang lain.
  • Algoritma media sosial terus diperbaharui secara berkala, sehingga sulit memastikan konten Anda bisa selalu  muncul di audiens.
  • Sosial media tergantung pada trend. Masih ingat Google+, Friendster, Myspace dan lainnya yang sekarang sudah hilang?
  • Pengguna email selalu membuka email secara rutin.
  • Semua orang pasti punya email, bahkan mendaftar sosial media membutuhkan email.
  • Tidak semua orang mempunyai sosial media. Misalkan ada yg punya Facebook tapi tidak punya LinkedIn.
  • Pengguna email jarang mengganti email mereka.

Menurut Statista, jumlah pengguna email akan terus bertumbuh.

Grafik perkiraan pertumbuhan email

Pada titik ini, saya yakin Anda setuju kalau membangun list building sama saja dengan membangun aset bisnis jangka panjang.

Memilih Email Marketing

Memulai list building tentu kita membutuhkan email marketing software. Semua email marketing tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Oleh karena itu tidak ada email marketing software yang terbaik. Semua kembali kepada kebutuhan masing-masing pengguna. 

Saya memberikan beberapa pilihan email marketing:

Mailchimp

Website Mailchimp

Anda dapat menggunakan MailChimp untuk mengirim buletin. Mailchimp juga mendukung otomatisasi pengiriman email dengan nama workflows

Harga: Gratis untuk 2,000 kontak dengan maksimum pengiriman 10,000 email per bulan. Paket lainnya dimulai dengan harga $30.99 per bulan untuk 2,500 kontak.

Daftar di Mailchimp.

Catatan: Mailchimp tidak mengijinkan untuk mengirimkan pemasaran afiliasi (affiliate marketing). Dengan kata lain apabila Anda seorang blogger yang fokus pada produk afiliasi, Anda tidak dapat menggunakan Mailchimp

Secara pribadi saya lebih menyarankan menggunakan ConvertKit. Kecuali tujuan Anda hanya mengumpulkan kontak.

ConvertKit

Website ConvertKit

Satu hal yang membuat ConvertKit unik adalah mereka fokus pada pembuat konten.

Pembuat konten seperti:

  • Artis
  • Atlet
  • Penulis
  • Blogger
  • Pelatih (Coach)
  • Pembuat Film
  • Pemusik
  • Podcaster
  • YouTuber

Harga: Gratis untuk 1,000 kontak dengan tidak ada maksimum pengiriman per bulan. Paket lainnya dimulai dengan harga $41 per bulan untuk 3,000 kontak.

Daftar di ConvertKit.

Catatan: ConvertKit mempunyai program referral. Apabila teman bergabung melalui link Anda, Anda akan mendapatkan 100 kontak tambahan secara gratis dengan maksimum 10 referral. 

Dengan kata lain Anda bisa mendapatkan sampai dengan 1,000 kontak tambahan. Sehingga maksimum 2,000 kontak gratis.

Kirim.email

Website Kirim.email

Kirim.email adalah produk lokal, sehingga layanan dan panduan semua dalam bahasa Indonesia.

Harga: Kirim.email tidak menyediakan versi gratis. Harga paket mulai dari Rp 138,600 per bulan untuk 1,000 kontak.

Daftar di Kirim.email

Cara Membangun List Building

Cara membangun list building dapat dibagi ke berbagai langkah:

Lokasi pemasangan opt-in di website

Penempatan form opt-in menjadi salah satu penentu berhasilnya list building. Berikut lokasi-lokasi penempatan di website:

  • Header
  • Footer
  • Sidebar
  • Di tengah konten
  • Di bawah konten
  • Pop-up yang muncul pada saat konten ditampilkan di layar.
  • Scroll Box. Pop-up ini muncul pada saat pembaca melakukan scroll pada konten.
  • Ketika pengunjung akan menutup browser.

Acara Online (Webinar)

Pandemi COVID19 membuat banyak orang melakukan webinar untuk menarik pengunjung. Gunakan kesempatan ini untuk mengumpulkan email untuk yang mendaftar di webinar.

Squeeze Page

Squeeze page adalah halaman yang didesain khusus untuk list building. Squeeze page biasanya terdiri dari judul kadang disertai teks singkat, dan formulir email.

Untuk mempermudah saya akan memberikan contoh ilustrasi. 

Backlinko membuat squeeze page di halaman utama websitenya.

Contoh Squeeze-page Backlinko

Begitu juga dengan Copyblogger berikut.

Contoh Squeeze-page Copyblogger

Kalau Anda lihat kedua contoh tersebut, memberikan tips hanya kepada orang yang mendaftar di email list. Inilah tujuan utama dari squeeze page.

Headline menjadi kunci untuk menarik minat pembaca. Manfaatkan copywriting untuk membuat headline yang menarik.

Artikel mengenai headline untuk meningkatkan konversi:

Lead Magnet

Anda dapat memberikan hadiah khusus kepada pengunjung yang memberikan kontak mereka. Penawaran ini dapat berupa memberikan:

  • Ebook
  • Studi kasus
  • Video pelatihan
  • Kupon diskon

Semakin bermanfaat lead magnet Anda, maka semakin banyak yang akan mendaftar. Artikel ini memberikan berbagai contoh lead magnet yang populer.

Berikan Kesaksian (Testimoni)

Kesaksian termasuk cara yang paling jitu dalam pemasaran. Yakinkan audiens untuk bergabung dalam list email dengan memberikan testimoni dari orang yang mereka percayai. 

Orang tersebut bisa saja tokoh masyarakat atau orang yang pakar di bidangnya. 

Penutup

Seperti yang Anda lihat, list building merupakan salah satu komponen penting dalam membangun bisnis. Semakin cepat Anda memulai membangun list building semakin baik. 

Selain mendapatkan trafik organik dari SEO, list building merupakan salah satu cara untuk menjaga trafik.

Bagaimana sudah mau mulai membangun list building?

Anda mungkin menyukai:

Suka Artikel Ini?

Dapatkan tips, catatan buku dan kumpulan artikel menarik yang hanya saya bagikan ke peserta buletin.

foto daud

Daud Wihardi

Daud Wihardi adalah salah satu pendiri konsultan IT di Edavos. Seorang yang tertarik dengan online marketing, dunia bisnis dan smartphone fotografi.