7 Tahap Menulis Artikel yang Mendapatkan Peringkat di Google

WordPress melaporkan ada 2,3 juta artikel baru yang diterbitkan setiap hari.

Menulis Artikel-

Artinya, membangun blog yang baik dimulai dari menulis konten yang berkualitas.

Untungnya ada cara menulis artikel menjadi menarik dan berkualitas. 

Pada artikel hari ini saya akan jabarkan caranya beserta tips dan statistik pendukung.

Jadi tanpa basa-basi lagi, ayo kita bahas.

Tahap #1: Temukan topik yang menarik

Awalnya saya juga termasuk bingung untuk mencari topik yang menarik. Namun seiring berjalannya waktu saya menemukan beberapa tips dalam mencari topik. 

Inilah tips-tips dalam mencari topik yang menarik:

Topik yang lagi tren

YouTube Trending dapat menjadi sumber ide untuk menentukan topik. Mulai dari topik yang sedang tren, berita, musik dan lainnya. 

Google Trends menjadi tempat berikutnya untuk mencari sumber ide. Anda dapat mencari tren hari ini atau melihat pencarian yang meningkat dalam 24 jam terakhir.

Google Trends

Komentar di blog

Pada bagian komentar blog biasanya ada yang bertanya. Anda dapat mengangkat pertanyaan tersebut menjadi sebuah topik apabila memang menarik untuk dibahas.

Kalau ada pembaca yang bertanya, kemungkinan pembaca lain juga punya pertanyaan yang sama.

Berita di berbagai media

Berbagai media biasanya juga membahas topik yang sedang hangat diperbincangkan. 

Baca buku

Banyak membaca buku biasanya memberikan ide dalam menulis konten baru. Yang pasti buku yang dibaca masih relevan ya.  

Buletin dari blogger favorit

Saran saya ikuti berbagai buletin (newsletter) dari blogger favorit Anda. Mereka biasanya akan memberikan dan membahas topik-topik yang menarik.

Tahap #2: Kumpulkan data

Sebelum masuk ke materi penulisan, ada beberapa yang perlu di cari tahu terlebih dahulu. 

Tentunya Anda tidak mau menulis artikel yang sia-sia kan?

Berikut ini checklist nya:

Riset kata kunci artikel

Tahukah Anda kalau studi menunjukkan kalau 90% artikel tidak mendapatkan trafik.

Bayangkan Anda sudah menulis artikel yang keren banget tapi tidak ada yang mencari artikel tersebut.

Akhirnya waktu dan tenaga terbuang sia-sia…

Oleh karena ini maka riset kata kunci sangat penting. Riset kata kunci memastikan bahwa konten yang akan dibuat memang dicari oleh pembaca.

Artikel berikut membantu dalam melakukan riset kata kunci:

Kumpulkan statistik penunjang

Statistik penunjang ini contohnya apa ya?

Contohnya ini…

“Hanya 43% pembaca yang menyelesaikan membaca artikel. 14% pengunjung membaca 25% dari sebuah artikel”

Dari mana saya tahu?

Hasil heatmap salah satu artikel. Di sebelah kiri artikel dibaca 25%, di sebelah kanan ada sekitar 86% pembaca sampai di sini.

Contoh heatmap

Semakin kebawah rata-rata pembaca semakin turun. 

Adanya statistik tentu membuat konten menjadi lebih menarik. Dengan kata lain Anda bicara berdasarkan data, bukan asal bicara.

Kumpulkan kata-kata LSI

LSI adalah kata yang berhubungan dengan topik yang banyak dicari pembaca. Anda dapat menemukan kata-kata ini di related search pada bagian bawah SERP. 

Contoh related searched SERP

Catat related search yang relevan dengan artikel yang Anda buat. Konten yang baik adalah yang memberi informasi atau solusi dari yang dicari pembaca. 

Oleh karena itu pastikan artikel Anda merupakan jawaban dari related search tersebut. 

Pelajari 5 artikel teratas hasil pencarian (SERP)

Tujuan mempelajari 5 artikel teratas untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing artikel. Selain itu untuk memastikan kalau Anda dapat menulis artikel yang lebih baik dari mereka. 

Tujuan utama menulis artikel mau mendapatkan peringkat di Google bukan? 

Karena itu pastikan artikel Anda lebih baik dari saingan.

Tahap #3: Menyusun kerangka

Membuat kerangka (garis besar) sangat membantu dalam menulis artikel. Kerangka memungkinkan Anda menuangkan ide-ide baru dan memastikan konten tetap teratur dan fokus.

Contoh kerangka dokumen
Contoh kerangka dokumen di GDocs

Banyak penulis termasuk saya merasa lebih mudah untuk menulis dimulai dari kerangka daripada memulai dari halaman kosong.

Ketika menulis artikel sebaiknya Anda tinggalkan dulu SEO. Loh, tapi saya mau artikel mendapat peringkat 1 di Google. 

Kalau saya tidak menulis artikel yang ramah SEO (Artikel SEO friendly) nanti saya tidak bisa mendapat peringkat. 

Sederhananya begini…

Peringkat Google akan naik apabila pembaca menyukai artikel Anda. Apabila Anda terlalu fokus pada SEO terkadang Anda jadi mengabaikan kepuasan pembaca.

Dengan kata lain pembaca tidak puas dengan artikel maka peringkat akan jatuh lebih cepat. 

Mari kita ambil contoh…

Riset menunjukkan rata-rata peringkat 1 biasanya terdiri dari 1447 kata. Akhirnya Anda terobsesi untuk menulis semua artikel minimal 1447 kata.

Padahal artikel yang dibuat adalah cara mengancing baju. 

Hayoo, gimana bisa buat 1447 kata? Pasti bertele-tele dan muter-muter. 

Karena itu kepuasan pembaca adalah nomor 1. Menulislah untuk pembaca bukan untuk mesin pencari.

Tahap #5: Tulis judul dan deskripsi yang menarik

Judul adalah yang pertama kali dilihat oleh pengunjung. Menurut CopyBlogger, 8 dari 10 orang hanya membaca judul artikel. Jadi hanya 2 orang dari 10 yang membaca artikel.

Dari sini kita tahu kalau judul punya peranan penting. Jangan sampai artikel tidak dibaca hanya karena judul yang membosankan.

Contoh beberapa judul yang menarik: 

Cara [Mencapai Hasil yang Diinginkan] Dalam [Jangka Waktu]

[Angka] Cara Terbukti [Mencapai Hasil yang Diinginkan] hingga [Angka]

[Angka] Cara Sederhana / Mudah untuk [Mencapai Hasil yang Diinginkan]

Artikel mengenai copywriting berikut membantu membuat judul yang menarik:

Tahap #6: Buat artikel menarik secara visual

Tidak ada yang menyukai artikel yang penuh dengan kata-kata. Ingat, Anda menulis artikel online bukan sedang membuat buku. 

Mari pahami statistik berikut: 

43% orang mengaku membaca sekilas postingan blog.

Artikel dengan gambar lebih banyak dilihat 94% dibandingkan tanpa visual.

Ada beberapa tahapan yang saya lakukan untuk menulis artikel menarik secara visual:

Font minimal 16px, kalau di mobile malah butuh minimal 17px.

Manfaatkan Bold, Italic, Underline atau hightlight.

Gunakan heading (H1) dan subheading (H2, H3)

Paragraf tidak terlalu panjang, sebaiknya 2-3 kalimat.

Tambahkan gambar … sesuai pepatah “Gambar memiliki makna ribuan kata”.

Tambahkan video (opsi)

Gunakan list (contohnya ya seperti ini)

Tahap #7: Lakukan pemeriksaan dan revisi

Menulis, mengedit, dan memposting konten dalam rentang waktu 24 atau 48 jam bukanlah ide bagus.

Kenapa? 

Karena menulis dan mengedit menggunakan pendekatan yang berbeda. Mengedit memerlukan ketelitian. Sedangkan menulis adalah menuangkan ide.  

Saran saya tinggalkan artikel minimal 1 hari. Kembali esok harinya ketika keadaan Anda masih segar. 

Baca kembali artikel yang Anda buat dengan melakukan tahapan ini:

Periksa apakah ada tulisan yang typo?

Teliti kembali hubungan antara paragraf dan kalimat apakah masih nyambung?

Apakah ada kalimat yang ambigu atau membingungkan?

Penutup

Demikian cara menulis artikel yang berkualitas. Membangun blog dengan konten berkualitas adalah SEO terbaik

Jangan dibalik ya!

Faktanya banyak blog yang tumbang karena mementingkan SEO terlebih dahulu. Padahal konten berkualitas adalah yang paling utama.