SEO On Page: Panduan Lengkap (2021)

Strategi yang tepat dalam penerapan SEO (Search Engine Optimization) dapat meningkatkan trafik organik. Salah satu dasar penerapannya adalah dengan melakukan “SEO On Page”. 

Pada artikel ini saya akan memberikan panduan lengkap SEO On Page. Mulai dari konfigurasi dasar, optimasi konten sampai panduan mendapatkan feature snippet.

Apa itu SEO On Page?

SEO On Page adalah tahapan dimana kita melakukan optimasi untuk pengguna dan mesin pencari. Sehingga kita mendapatkan peringkat lebih baik dan lebih banyak trafik organik. 

Tujuan utama Google yaitu memenuhi keinginan pengguna. Pengguna puas dengan konten, maka peringkat akan naik. 

Karena itu kualitas konten menjadi sangat penting! 

Tips: Buat konten yang dapat di tindak lanjuti. Logikanya begini… Ketika seseorang mencari konten di Google, biasanya mereka mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Karena itu kita membuat konten yang berisi langkah-langkah yang dapat digunakan

SEO On Page biasanya melakukan optimasi pada konfigurasi WordPress, konten, URL dan lainnya. Sehingga mesin pencari dapat mengerti konten kita dengan baik.

Mengapa SEO On Page penting?

SEO On Page digunakan untuk memudahkan mesin pencari mengerti isi konten. Konten yang berkualitas dan navigasi yang baik membuat nyaman pengguna. 

Kenyamanan pengguna memberikan sinyal baik pada Google sehingga peringkat lebih baik. Peringkat yang baik otomatis trafik organik juga meningkat.

Tips: Pantau kinerja trafik organik dengan Google Search Console.

Ingat, jangan lakukan optimasi khusus untuk mesin pencari…

Google cukup pintar untuk tahu sinonim dan variasi kata. Tahun 2015 Google memperkenalkan Rank Brain. 

Rank Brain menggunakan Artificial Intelligence untuk memahami keinginan pengguna. Tidak percaya?

Misalkan kita menulis “nasi kampung” dalam pencarian. Google cukup pintar memberikan berbagai pilihan “resep nasi goreng kampung”.

Google mengerti bahwa “intensi” kita adalah nasi goreng kampung. Hal ini dikenal dengan istilah “search intent”.

Lakukan riset keyword terlebih dahulu sebelum membuat konten. Kita dapat membuat konten lebih baik dengan mengerti maksud dari pengguna. 

4 Pengaturan dasar SEO WordPress

1. Gunakan SSL

Kebanyakan hosting sekarang sudah menyediakan SSL gratis dengan menggunakan “Lets Encrypt”. SSL merupakan salah satu signal ranking.

2. Sesuaikan bahasa dengan pengguna

Apabila website berbahasa Indonesia sebaiknya ganti bahasa di WordPress. Caranya Settings > General > Site Language ke Bahasa Indonesia.

3. Menonaktifkan pingback

Pingback memberitahu  bahwa konten Anda telah dijadikan link dari website lain. Sayangnya pingback sering digunakan oleh para spammers. Caranya Settings > Discussion

Nonaktifkan pingback

4. Gunakan theme yang ringan

Pilih tema yang ringan, sederhana dan modern. Cari tema dengan fitur sesuai kebutuhan. 

Tema yang baik dapat menonaktifkan fitur yang tidak digunakan. Hapus tema yang tidak digunakan.

5. Gunakan plugin yang ringan

Plugin dapat meningkatkan atau memperburuk kinerja website. 

Kenapa bisa begitu? Karena banyak sekali plugin yang tidak terkode dengan bersih dan ringan. 

Sehingga penting untuk memilih plugin ringan dengan kinerja yang baik. 

8 Cara Optimasi SEO On Page pada WordPress

1. Meta Title dan Description

Kita mulai dari gambar SERP (hasil pencarian di Google), seperti berikut.

Panduan Lengkap SEO On Page

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada Meta Title:

Pastikan judul unik antara artikel satu dan lainnya.

Terdapat keyword (kata kunci) yang menjadi target.

Maksimum 60 karakter.

Menggunakan teknik copywriting.

Judul berbentuk pertanyaan dapat  meningkatkan CTR (Click Through Rate).

Gunakan elemen emosi untuk menarik rasa ingin tahu pembaca.

Gunakan tahun pada judul.

Meta description adalah penjelasan isi dari konten artikel.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada Meta Description:

Terdapat keyword (kata kunci) yang menjadi target.

Terdapat 1-2 kalimat dengan maksimum 160 karakter.

Terdapat CTA (Call to Action) (menarik pembaca untuk klik artikel).

2. URL yang pendek dan mudah dimengerti

Menurut penjelasan Google, struktur URL sebaiknya sesederhana mungkin. Kelola konten dan susun URL secara logis dan dengan cara yang paling mudah dipahami.

URL seperti ini akan sulit dimengerti …

https://contoh.com/?p=123

… bandingkan dengan ini, lebih enak dibaca bukan? 

https://contoh.com/apa-itu-seo/

Ganti struktur URL di Settings > Permalinks

Wordpress Permalink

Beberapa kriteria URL lainnya:

Maksimum 60 karakter.

Terdapat tanda “-” sebagai pemisah antar kata.

Tulis dengan huruf biasa tanpa kapital.

Terdapat keyword (kata kunci) yang menjadi target.

3. Gunakan heading (H1) dan subheading (H2, H3)

Mesin pencari mengerti apabila struktur konten yang digunakan memakai header H1-H3. 

Header H1 digunakan sebagai judul artikel dan sebaiknya hanya satu saja. 

Kata kunci (keyword) yang menjadi target Anda sebaiknya ada di judul artikel ini. Gunakan teknik copywriting dalam penulisan judul. 

Subheader H2 dan H3 merupakan pembagian dari judul utama. Kata kunci yang menjadi target Anda sebaiknya juga ada pada subheader ini. 

Subheader bisa menggunakan bullet/list, sebaiknya merupakan bagian yang menjadi pertanyaan dari para pembaca.

Apabila memungkinkan gunakan Google Related Searches pada subheader H2 dan H3. Related searches dapat ditemui di bagian paling bawah SERP.

Related searches

Atau gunakan fitur Autocomplete untuk mendapatkan ide subheader tambahan.

Autocomplete

4. Optimasi gambar

Gambar memudahkan kita untuk mengerti maksud yang ingin disampaikan oleh penulis. Namun mesin pencari akan kesulitan untuk mengerti arti gambar tersebut. 

Karena itu setiap gambar perlu ada penjelasan di bagian “Alternate Text (Alt Text)”. Tulisan pada Alt Text akan muncul apabila gambar gagal di load. 

Sesuaikan juga nama file dengan gambarnya. Pastikan gambar disesuaikan dulu dimensinya dengan ukuran website. 

Contohnya blog ini saya atur lebarnya sebesar 900 pixel. Sehingga saya sesuaikan dimensi gambar yang mau di upload lebarnya maksimum 900 pixel.

Setelah dimensi disesuaikan saya kompres gambarnya.  Baru kemudian di upload ke WordPress. 

Hal ini berguna agar ukuran halaman menjadi lebih kecil. Sehingga kecepatan halaman untuk terbuka lebih cepat. 
Anda bisa menggunakan tools online seperti Shortpixel untuk melakukan kompres gambar.

Tips: Pastikan salah satu gambar terdapat Alt Text dengan keyword (kata kunci) yang menjadi target.

5. Konten yang mudah dibaca sesuai SEO

Konten cukup panjang untuk menjelaskan isi dari artikel, sebaiknya terdapat keyword (kata kunci) yang menjadi target Anda. Apabila memungkinkan gunakan data statistik untuk meyakinkan pembaca. 

Paragraf tidak terlalu panjang, sebaiknya 2-3 kalimat. Paragraf pendek membuat pengguna nyaman membaca, apalagi di selular.

Tips: Pastikan target keyword ada pada 100 kata pertama.

6. Internal Link

Tujuan utama dari internal link adalah memudahkan navigasi. Wikipedia adalah contoh yang paling baik.

Wikipedia

Perhatikan, dalam 1 paragraf banyak link navigasi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Link tersebut membantu pengunjung agar mudah mengunjungi topik lain sesuai keinginan. 

Navigasi yang baik merupakan salah satu cara membantu menurunkan bounce. Ingat, kenyamanan pengguna merupakan sinyal baik bagi Google.

Tips: Gunakan Google untuk membantu mencari kata yang mau dibuat hyperlink. Caranya keyword site:domain.com contohnya seo site:daudwihardi.com

7. External Link

Gunakan external link ke website yang relevan dan mempunyai authority tinggi. External link memberikan kredibilitas pada konten yang kita bikin.

Contoh misalkan artikel tentang kesehatan gigi. 

Anda lebih percaya baca artikel tanpa referensi. Atau artikel dengan referensi dari dokter spesialis gigi?

Tentu saja artikel dari referensi dokter spesialis gigi bukan…

Karena itu konten yang baik dengan sumber terpercaya dapat meningkatkan kredibilitas. Terutama untuk website yang masih baru.

Untuk external link pastikan “open new window” (membantu mengurangi bounce) dan “no follow”. Hanya dofollow pada website yang punya authority tinggi.

Open new window” membantu meningkatkan dwell time dan mengurangi bounce. Karena pengguna masih tetap di website Anda. 

“No follow” memberitahu mesin pencari untuk tidak melanjutkan ke external links tersebut.

8. Website terbuka dengan cepat

Coba bayangkan Anda klik website dan butuh waktu lama baru halaman terbuka. Pasti merasa terganggu kan?

Bahkan beberapa yang tidak sabar langsung pencet tombol back. Nah, tindakan ini disebut sebagai bounce.

Menurut Google, website yang lambat mempunyai potensi bounce yang tinggi

1-3 detik kemungkinan bounce mencapai 32%

1-5 detik kemungkinan bounce mencapai 90%

1-6 detik kemungkinan bounce mencapai 106%

Kecepatan website menjadi sangat penting untuk mengurangi bounce. 

Apa itu featured snippet?

Featured snippet adalah jawaban singkat yang tampil pada bagian paling atas hasil penelusuran Google (SERP). Tipe konten pada featured snippet biasanya berupa definisi, tabel, langkah dan daftar. 

Karena posisinya di atas peringkat 1 maka banyak yang menyebutnya sebagai posisi 0.

Cara mendapatkan featured snippet?

Buat konten yang menjawab pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan dapat berupa definisi, tabel, langkah atau daftar.

Feature snippet baru bisa berhasil apabila konten Anda ada di halaman pertama Google. Tidak perlu di urutan nomor 1, yang penting ada di halaman pertama saja. 

Saya akan memberikan contoh feature snippet dengan jawaban pertanyaan berupa daftar.

Contoh feature snippet

Berikut kerangka dokumen yang Saya gunakan untuk mendapatkan feature snippet tersebut.

kerangka dokumen

Dari contoh tersebut kita bisa ambil kesimpulan pentingnya pertanyaan pengguna menggunakan H2. Sehingga berikut cara untuk mendapatkan feature snippet

Heading H2 digunakan untuk pertanyaan yang sering diajukan oleh pengguna. Heading H3 digunakan untuk menjawab pertanyaan yang berupa daftar atau langkah

Sedangkan untuk tipe definisi. Heading H2 digunakan untuk pertanyaan, jawaban menggunakan paragraf biasa.

Kesimpulan

SEO On Page adalah dasar dari SEO. Lakukan audit pada semua artikel, perbaiki apabila ada yang kurang sesuai. Tidak menjadi masalah apabila artikel sudah diterbitkan. 

Cek di Google Analytics, mulai dari artikel yang mempunyai klik yang paling tinggi dulu. Alasannya, dengan optimasi On Page diharapkan peringkat artikel tersebut bisa lebih tinggi lagi. 

Demikian panduan lengkap SEO On Page. Semoga bermanfaat!