· · Daud Wihardi · sistem  · 4 min read

Otomatisasi Lead dengan n8n: 80 Leads Sebulan Tanpa Ada yang Jaga Inbox

Delapan node n8n mengganti dua orang yang bergantian membuka inbox, dengan ongkos di bawah Rp 90,000 sebulan.

Delapan node n8n mengganti dua orang yang bergantian membuka inbox, dengan ongkos di bawah Rp 90,000 sebulan.

Lead dari marketing masuk ke satu inbox email, sekitar 80 per bulan. Dua orang di tim bergantian membukanya, memilah, mencatat ke Google Sheet, lalu meneruskan ke grup sales.

Sebelum alur ini saya pindahkan ke n8n, sebagian besar lead sampai ke sales lebih dari 30 menit setelah masuk, dan pernah beberapa kali sampai hitungan jam. Sekarang satu menit. Dua angka pertama itu estimasi saya dari mengamati inbox, bukan hasil pengukuran; yang satu menit terikat interval cek email n8n.

Penggantinya delapan node n8n di satu VPS, satu dari inventaris otomasi lengkapnya. Tidak ada model AI di dalamnya.

Beban 80 lead sebulan tidak pernah masuk hitungan siapa pun

Dua orang itu punya pekerjaan utama masing-masing. Menjaga inbox bukan salah satunya, tapi menempel di keduanya.

Selama volume lead sepi, keduanya bisa mengerjakan dua hal sekaligus. Begitu volume naik, mereka harus memilih. Dan volume lead tidak datang rata: kadang sehari sepi, kadang menumpuk dalam satu pagi.

Delapan puluh lead sebulan itu sedikit. Yang sulit dijadwalkan adalah sebarannya. Tidak ada satu pun jam dalam sehari yang boleh dilewatkan, karena lead yang masuk pukul sepuluh tidak sabar menunggu sampai pukul tiga.

Langkah manualYang menungguBerhenti kalau
Membuka inboxSemua langkah sesudahnyaOrangnya sedang rapat atau di luar
Memilah lead dari spamPencatatan dan penerusanOrangnya ragu, lalu menunda
Mencatat ke Google SheetRekap bulananSibuk, dikerjakan menumpuk sore hari
Meneruskan ke grup salesSales menghubungiLead terlewat di antara email lain

Empat langkah, dan tidak satu pun yang rumit. Semuanya menunggu orang yang sama.

Satu lead sudah membeli di tempat lain sebelum kami menghubunginya

Ini yang mengubah urutan prioritas saya.

Sebuah lead masuk dan diteruskan seperti biasa. Waktu akhirnya dihubungi, orangnya sudah membeli dari tempat lain. Yang hilang di situ bukan sebuah nama di daftar, tapi satu-satunya jenis yang berharga: lead yang benar-benar tertarik. Bukan karena penawaran kami kalah, tapi karena kami datang belakangan.

Lead yang telat dihubungi tidak memberi tahu Anda bahwa dia hilang. Dia cuma tidak membalas, dan Anda mengira dia tidak tertarik.

Setelah itu saya berhenti memperlakukan pemindahan alur ini sebagai pekerjaan yang dikerjakan kalau sempat. Ini bagian dari alasan kami bisa memangkas tim sales tanpa kehilangan volume percakapan.

Delapan node, dan yang menentukan justru urutannya

Seluruh alur berjalan di n8n yang saya pasang sendiri di VPS (kenapa n8n, bukan Apps Script). Tidak ada satu pun node yang memanggil layanan berbayar.

Rantainya begini, apa adanya:

NodeYang dikerjakanKenapa begitu
Email Trigger (IMAP)Menarik email masukSumbernya notifikasi form yang sudah ada, jadi saya tidak perlu mengubah apa pun di website
If subject “Terima Kasih”Menyaring dari baris subjekGerbang paling murah dipasang paling depan, sebelum ada yang di-parsing
Extract DataMembaca badan email jadi fieldSatu tempat untuk semua aturan pembacaan, terpisah dari aturan penilaian
Append to SheetMenulis baris ke Google SheetDitulis sebelum dinilai. Alasannya di bawah
isValidMenghitung apakah lead ini sampahPerhitungannya di sini, percabangannya di node berikutnya
If ValidMemilih cabangPercabangan dipisah supaya kriterianya bisa diubah tanpa menyentuh alurnya
GChat FormatMenyusun pesanBentuk pesan berubah lebih sering daripada apa pun di alur ini
GChat Lead from MarketingPOST ke webhook Google ChatHTTP Request ke webhook, jadi tidak ada kredensial OAuth yang perlu diperpanjang
Email Trigger (IMAP)If subject “Terima Kasih”Extract DataAppend to SheetisValidIf ValidGChat FormatGChat Lead from Marketingfalsefalseberhenti di siniberhenti di sinidicatat sebelum dinilai,termasuk yang sampah

Dua pemisahan di tengah itu yang membuat alurnya bisa saya sentuh setahun kemudian tanpa membaca ulang semuanya. Pembacaan email terpisah dari penilaian lead. Penilaian terpisah dari percabangan.

Menyaring di baris subjek lebih dulu terdengar sepele. Efeknya terlihat di jumlah email yang tidak pernah dibaca isinya oleh node mana pun sesudahnya.

Setiap lead dicatat sebelum dinilai, termasuk yang sampah

Perhatikan posisi Google Sheet di tabel itu. Dia berada sebelum isValid.

Artinya email yang beberapa detik kemudian dinyatakan sampah tetap punya barisnya sendiri di Sheet. Itu disengaja. Sheet ini log dari semua yang masuk, dan daftar lead bagus cuma salah satu pembacaannya.

Alasannya praktis. Blacklist di isValid tidak saya susun di depan sebagai antisipasi pola spam umum. Isinya datang dari spam yang lolos sampai ke grup sales, saya lihat bentuknya, lalu polanya saya tambahkan.

Filter yang cuma menyimpan apa yang lolos menghapus bukti kesalahannya sendiri. Anda tidak akan pernah tahu apa yang salah dibuang, karena yang dibuang tidak pernah dicatat.

Kalau urutannya saya balik, saya kehilangan bahan untuk memperbaiki filternya. Yang tersisa cuma daftar lead bagus, dan daftar itu selalu terlihat benar. Bentuk kesalahannya mirip dengan ongkos yang baru terasa belakangan.

Ongkosnya di bawah Rp 90,000 sebulan

Satu VPS, dipakai bersama beberapa automation lain. Angka itu ongkos VPS-nya, bukan alokasi khusus untuk alur ini, dan n8n-nya versi self-host tanpa langganan.

Pembandingnya juga bukan harga tool sejenis. Yang saya bandingkan adalah waktu dua orang yang setiap hari harus memutuskan kapan membuka inbox, dan lead yang hilang waktu keputusan itu jatuh di jam yang salah.

Yang bisa Anda periksa hari ini

Buka satu automation yang sudah Anda jalankan, cari percabangan pertamanya, lalu telusuri cabang yang menolak. Kalau cabang itu berhenti tanpa menulis apa pun ke mana pun, Anda sedang membuang data tanpa tahu berapa banyak dan apa isinya.

Perbaikannya satu langkah. Pindahkan pencatatan ke posisi sebelum penyaringan, karena Anda butuh bahan itu waktu filternya ternyata salah.

- Daud (@daudwihardi)

Daud Wihardi

Catatan Terkait

Lihat semua catatan »
Dulu Saya Pilih n8n karena Visual, Sekarang Apps Script karena AI

Dulu Saya Pilih n8n karena Visual, Sekarang Apps Script karena AI

Lima kriteria memilih Apps Script atau n8n, dari 19 script dan 3 workflow n8n yang jalan di kantor saya.

34 Pekerjaan Berulang yang Jalan Sendiri, dalam Tiga Lapisan

34 Pekerjaan Berulang yang Jalan Sendiri, dalam Tiga Lapisan

Inventaris otomasi di kantor saya, dibagi tiga lapisan, dan kenapa lapisan paling membosankan dibangun duluan.

Tujuh dari 12 Claude Skill yang Saya Hapus Ternyata Cuma Data

Tujuh dari 12 Claude Skill yang Saya Hapus Ternyata Cuma Data

Cara memisahkan instruksi dari data di folder kerja Anda, dan berapa yang saya bayar karena melewatkannya selama dua bulan.

Dari 8 Sales ke 1: Edavos Dapat 50+ Leads/Bulan dari Google

Dari 8 Sales ke 1: Edavos Dapat 50+ Leads/Bulan dari Google

Butuh empat tahun, dua agency gagal, dan satu pandemi untuk membuktikan bahwa sistem bisa menggantikan ketergantungan pada tim sales.

Forecast Cashflow dari Accurate: Satu Setengah Jam Seminggu Jadi Sepuluh Menit

Forecast Cashflow dari Accurate: Satu Setengah Jam Seminggu Jadi Sepuluh Menit

Forecast cashflow satu setengah jam per minggu jadi sepuluh menit, sementara tab dan email tetap menunggu keputusan orang.

Wiki Karpathy Baru Separuh Loop

Wiki Karpathy Baru Separuh Loop

Wiki membuat pekerjaan saya bisa ditanyakan ke Claude. Yang membuatnya belajar adalah keputusan yang punya kondisi batal.