· saham  Â· 3 min read

Rahasia yang Jarang Dibicarakan Trader: Entry Cuma 10% dari Permainan

Banyak trader sibuk cari entry point sempurna, padahal entry cuma bagian kecil dari puzzle trading. Pelajari porsi penting lain seperti risk management, trade management, dan continuous improvement, supaya trading jadi tenang dan konsisten.

Banyak trader sibuk cari entry point sempurna, padahal entry cuma bagian kecil dari puzzle trading. Pelajari porsi penting lain seperti risk management, trade management, dan continuous improvement, supaya trading jadi tenang dan konsisten.

Saya pernah mengira trading itu sesederhana menemukan momen masuk yang tepat.

Waktu awal belajar, 90% energi saya habis di situ. Saya gonta-ganti indikator: moving average, RSI, MACD, Bollinger Bands, sampai indikator custom yang saya temukan di forum-forum. Rasanya kalau nemu kombinasi yang pas, saya akan “unlock” mode cuan terus-menerus.

Saya ingat satu kejadian.

Sahamnya baru saja breakout, semua indikator mengiyakan, volume meledak. Saya masuk dengan penuh percaya diri.

Lima menit kemudian… harga malah nyungsep, stop loss kena, dan saya cuma bisa bengong.

Itu bukan sekali dua kali, tapi berulang.

Dari situ saya mulai bertanya: “Kalau entry-nya sudah sesuai aturan, kenapa hasilnya tetap jeblok?” Jawabannya saya temukan pelan-pelan. Ternyata, entry itu cuma secuil dari keseluruhan permainan.

Mindset yang Keliru

Persepsi vs Realita

Kalau lihat gambar sebelah kiri How Traders Think Trading Works, itulah saya dulu.

Sebagian besar waktu saya habis di entry dan indikator. Sisanya? Seadanya. Risk management? Ah, nanti saja. Exit strategy? Kadang pakai feeling. Trade management? Bahkan belum paham itu apa.

Padahal kenyataan di lapangan berbeda jauh.

Di gambar sebelah kanan How Trading Actually Works, porsi terbesar justru ada di trade management, risk management dan continuous improvement . Entry memang penting, tapi porsinya kecil.

Realita Trading yang Sebenarnya

Bayangkan trading seperti pertandingan sepak bola. Entry itu cuma momen kick-off.

Kalau semua fokus hanya ke kick-off, apa bisa menang? Tentu tidak. Kita butuh bertahan, passing yang rapi, dan eksekusi finishing yang tepat.

Di trading, “bertahan” itu risk management: seberapa besar risiko per posisi, di mana letak stop loss, dan bagaimana menjaga modal tetap aman.

“Passing” itu trade management: bagaimana kita geser stop loss, scaling in atau scaling out, dan menjaga posisi tetap sehat.

“Finishing” itu exit strategy: kapan kita ambil untung, kapan kita keluar walau masih untung sedikit, atau kapan kita terima rugi supaya tidak jadi bencana.

Kenapa Entry Bukan Segalanya

Saya pernah punya win rate tinggi, bahkan di atas 70%. Tapi tetap rugi di akhir bulan. Kenapa? Karena saat kalah, saya kalah besar, dan saat menang, saya ambil untung terlalu cepat.

Itulah yang dimaksud: win rate tinggi belum tentu profit, kalau risk/reward-nya kacau.

Indikator memang membantu, tapi indikator itu seperti peta. Dia bisa tunjukkan arah, tapi kalau kita tidak bisa mengelola perjalanan, tetap saja tersesat.

Data dan Analogi Sederhana

Dari catatan jurnal saya selama setahun, kontribusi faktor terhadap hasil akhir kira-kira seperti ini:

  • Entry: 10–15%
  • Risk Management: 25%
  • Trade Management: 30%
  • Exit Strategy: 20%
  • Continuous Improvement: 10–15%

Kalau diumpamakan masak mie instan, entry itu cuma “menuang air panas”.
Sisanya adalah timing merebus, bumbu yang tepat, dan memastikan mie tidak kelembekan. Salah satu saja meleset, rasanya jadi kacau.

Latihan yang Bisa Kamu Coba Malam Ini

  1. Ambil 3 trade terakhir dari jurnal kamu.
  2. Tulis secara jujur:
    • Apakah entry-nya sudah sesuai setup?
    • Bagaimana pengelolaan risiko? (risk per trade, ukuran lot, stop loss)
    • Bagaimana trade management? (apakah ada trailing stop, scaling out)
    • Kapan dan kenapa kamu exit?
  3. Lihat polanya. Kalau mayoritas kesalahan ada di luar entry, berarti sudah jelas bagian mana yang harus diperbaiki.

Kamu bisa kaget melihat hasilnya. Banyak trader menemukan bahwa masalah mereka bukan di entry, tapi di hal-hal yang selama ini dianggap remeh.

Penutup

Trading bukan lomba siapa paling cepat masuk. Ini permainan bertahan hidup di pasar.

Entry memang gerbang pertama, tapi yang membuat kita tetap ada di arena adalah risk management, trade management, dan kemampuan memperbaiki sistem dari waktu ke waktu.

Perhatikan risk/reward selain winrate.

Kalau malam ini kamu buka jurnal trading, coba lihat…

Selama ini kamu sibuk di pintu masuk, atau sudah memikirkan bagaimana keluar dengan selamat dan profit?

Back to Blog

Related Posts

View All Posts »
Think and Grow Rich

Think and Grow Rich

Buku Think and Grow Rich membahas cara mencapai kesuksesan dalam hidup. Buku terlaris sepanjang masa ini menguraikan langkah-langkah untuk menggali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan menetapkan tujuan yang jelas.