Rahasia Buyer Persona: Apa, Fungsi, Contoh dan Cara Membuat?

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana perusahaan-perusahaan dengan mudahnya berbicara dengan pelanggan mereka? Mengerti kebutuhan mereka, dan menghadirkan solusi yang tepat? 

Rahasianya terletak pada pemahaman yang mendalam tentang siapa pelanggan mereka. Di dalam dunia pemasaran biasa dikenal  dengan istilah “Buyer Persona”. 

Di artikel ini, kita akan membahas apa itu Buyer Persona. Mengapa hal ini menjadi sangat penting? Bagaimana kita dapat menggunakannya untuk strategi Digital Marketing dalam langkah-langkah bisnis kita.

membuat buyer persona

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah representasi semi-fiksi dari pelanggan ideal Anda. Kita bukan hanya berbicara mengenai data demografis. Persona ini mencakup informasi tentang tantangan, permasalahan dan tujuan pelanggan Anda. 

Bayangkan Buyer Persona sebagai karakter utama dalam kisah pemasaran Anda. Hal ini akan membantu Anda memahami bagaimana cara terbaik untuk berbicara dengan mereka.

Fungsi Buyer Persona

Tidak dapat diragukan lagi, Buyer Persona sebagai panduan dalam setiap langkah pemasaran Anda. Persona menjadi panduan saat Anda merancang kampanye iklan. Digunakan juga mengembangkan konten, dan bahkan menentukan jenis platform yang paling efektif.

Bisa juga untuk berinteraksi dengan pelanggan. Dengan memiliki wawasan yang mendalam, Anda dapat menyusun pesan yang lebih relevan.

Manfaat Buyer Persona Bagi Bisnis

Keajaiban terjadi saat Anda berkomunikasi dengan pelanggan dengan bahasa yang mereka pahami. Buyer Persona membantu Anda melakukan itu dengan cara-cara berikut:

1. Personalisasi yang mendalam. Dengan memahami “siapa” pelanggan Anda, Anda dapat menyapa mereka dengan baik. Memahami kesulitan yang mereka hadapi. Memahami tantangan dan juga harapan mereka.

Anda bahkan dapat mengaitkan solusi Anda dengan kebutuhan mereka secara lebih personal.

2. Penyampaian Pesan yang Lebih Tepat Sasaran. Persona memandu untuk merancang pesan pada solusi untuk masalah yang dihadapi pelanggan Anda.

Ini bukan lagi tentang produk atau layanan Anda. Tetapi tentang bagaimana membantu mereka mengatasi hambatan mereka. Membantu mereka mencapai tujuan mereka.

3. Pengembangan Produk yang Lebih Baik. Anda mempunyai wawasan tentang apa yang diinginkan pelanggan Anda. Anda dapat mengarahkan pengembangan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Enak bukan? Pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan Anda.

4. Mengoptimalkan Pengalaman Pelanggan. Pengalaman pelanggan yang baik bermula dari pemahaman yang baik. Anda dapat merancang pengalaman yang lebih relevan, mulai dari website hingga interaksi langsung.

Anda bisa lihat sendiri hasilnya ketika menerapkannya di Content Marketing. 

hasil buyer persona

Sumber: Semrush

Contoh Buyer Persona

Mari kita beralih dari konsep teoritis ke dunia nyata. Berikut adalah contoh buyer persona yang dapat membantu kita memahami lebih jelas:

1. Fashionista Fara

Fashionista Fara adalah seorang perempuan berusia 35 tahun yang tinggal di Jakarta. Ia bekerja sebagai seorang desainer fashion.

Ia dan memiliki hobi mengikuti tren terbaru di dunia fashion. Fara sering mengunjungi toko-toko fashion online dan offline. Disana ia mencari pakaian dan aksesoris yang sesuai dengan gaya dan selera pribadinya.

Ia memiliki koneksi yang luas di industri fashion. Ia sering menghadiri acara-acara fashion terkait. Fara sangat peduli dengan merek dan kualitas produk yang ia beli.

Ia mengutamakan produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan etika yang baik. Fara juga mengikuti influencer fashion terkenal di media sosial. Majalah fashion merupakan sumber inspirasinya.

2. Teknologi Tommy

Tommy adalah seorang profesional muda berusia 28 tahun yang tinggal di Surabaya. Ia bekerja sebagai seorang ahli IT dan memiliki minat yang besar dalam teknologi.

Tommy sering membaca berita teknologi dan mengikuti perkembangan terbaru di industri IT. Ia aktif di media sosial dan sering berbagi informasi dan pengetahuannya kepada pengikutnya.

Tommy memiliki keinginan untuk maju dalam karirnya. Ia ingin mendapatkan posisi yang lebih senior di perusahaannya. Ia mencari pelatihan dan kursus untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya di bidang IT.

Tommy memiliki minat yang berkaitan dengan gaya hidup digital, seperti aplikasi kecerdasan buatan.

3. Ibu Rumah Tangga Riana

Riana adalah seorang ibu rumah tangga berusia 40 tahun yang tinggal di Bandung. Ia memiliki dua anak dan fokus pada pengasuhan dan pendidikan mereka.

Riana memiliki minat dalam memasak dan sering mencari resep memasak di internet. Ia juga memiliki minat dalam kegiatan olahraga dan mengikuti kelas yoga dan aerobik.

Riana adalah konsumen yang sangat sadar akan kesehatan dan kebersihan. Ia mencari produk yang alami dan organik untuk keluarganya. Riana aktif di media sosial dan berbagi pengalaman dan tips dengan ibu-ibu lainnya.

Ia percaya bahwa pengalaman dan rekomendasi orang lain dapat membantu membuat keputusan pembelian.

Cara Membuat Buyer Persona

Kumpulkan data tentang pelanggan Anda.

Dari mana Anda bisa kumpulan data-data ini? 

  • Sumber paling mudah dengan melihat data dari Google Analytics
  • Survei, misakan sosial media survei dengan IG Story. Bisa survei di komunitas atau grup tertentu. 
  • Wawancara untuk mengumpulkan wawasan yang lebih dalam. Bisa menggunakan video call, ngopi ataupun makan. 

Kelompokkan data yang Anda kumpulkan menjadi pola-pola yang bermakna. Identifikasi tren dan preferensi yang serupa. 

Tanyakan pada diri Anda hal berikut: 

  • Apa kendala atau kesulitan yang mereka hadapi?
  • Apa mimpi atau goal mereka?
  • Apakah mereka masih mencari solusi? 
  • Atau mereka tidak puas dengan solusi saat ini? 

Pahami kondisi awal yang mereka alami. Kemudian kondisi akhir yang mereka harapkan. 

Anda bisa menggunakan format berikut: 

Demografi

  • Nama: 
  • Umur: 
  • Jenis Kelamin: 
  • Jabatan: 
  • Lokasi: 
  • Status Hubungan: 

Psikografi

  • Nilai-nilai
  • Keyakinan
  • Pandangan politik
  • Gaya Hidup

Sumber Informasi

  • Sosial Media Favorit
  • Media Favorit (video, audio, text) 
  • Komunitas 
  • Events

Kesulitan audiens Anda

  • Frustrasi
  • Ketidaknyamanan
  • Hambatan
  • Inkonsistensi
  • Ketidakpuasan

Mimpi atau goal yang ingin dicapai

Kesimpulan

Tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat pelanggan Anda merasa dipahami dan dihargai. Buyer Persona memberikan wawasan yang memungkinkan Anda untuk melakukan hal ini.

Dengan setiap langkah yang didukung oleh pemahaman tentang “siapa” pelanggan Anda. Anda dapat mencapai tingkat keberhasilan yang baru dalam bisnis Anda.

Jadi, mulailah hari ini dengan menggali lebih dalam tentang pelanggan Anda. 

Suka Artikel Ini?

Untuk tetap up-to-date dengan artikel terbaru dan tips menarik, ayo bergabung di dalam buletin saya.

penulis foto

Daud Wihardi

Daud Wihardi adalah co-founder dari konsultan IT di Edavos. Seorang yang tertarik dengan digital marketing, dunia bisnis dan trading saham.

Share:

Tinggalkan komentar